• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Karnaval Patung di Depan Stasiun Malang : ki bedjo mungkin pernah kau bayangkan patung di depan stasiun itu bergerak seperti arak-arakan karnaval kenangan di masa kecil dengan genderang dan letusan karbit dari bumbung bambu dan wajah yang dicoret-coret merah putih yang meleleh dari dahi ke leher ke dada seperti juga mungkin kau bayangkan dirimu…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 7 months ago

    BERMAIN KATA BERMAIN MAIN dari atas genteng kulihat hari demikian genting orang orang berteriak gantung kepada pengkhianat yang menggunting di dalam lipatan seperti gaung pekik di dalam gentong kosong hari demikian panas mungkin kerbau kerbau akan pergi berkubang tapi aku duduk saja di atas bangku ingin membuat sajak berkabung mungkin tentang…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 7 months ago

    ENGKAU YANG TAKUT MEMBACA ISYARAT engkau demikian takut membaca isyarat. tapi kemestian akan tiba juga. walau kau tolak. walau kau kata tak hendak. karena hati yang tak sepenuh niat. menggamangkan langkah. memutar dirimu memutar mutar. dalam lingkaran memusar. di peta labirin tanya jawabmu sendiri. o, engkau yang menyimpan dendam amarah dan…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 7 months ago

    KARENA DIKSI sebagai petapeta yang dilukis menghamburkan jejak lama dari riwayat sebuah ingatan hingga waktu merapat ke titik nol sampai dentingnya yang menggaung menjadi senyap lenyap dalam sajak tak selesai karena huruf membisu dalam rahim pertapaan menumbuh tumbuh dalam diam dalam sunyi memandang diri semakin asing pada rambu rambu di…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    PENAT demikian penat membilur hari hari lelah lungkrah tak berdaya diri tak tegar diri goyah lemah melayang layang mengawang awang langkah menggamang gamang o mengapa diri mengapa tak napak jejak tegak menapak tapak di bumi sendiri tak gamang menggoda goda tak ragu mengganggu ganggu o diri ke mana akan pergi dimana niat ditancap dengan sepenuh…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    KUTUK PUISI

    dapatkah ia lepas dari kutuk puisi
    ke mana ia akan berlari
    puisi terus memburu
    hingga ambang mati

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    IMAJI dia seorang perempuan “karena ia adalah imaji. sebagai ilusi. yang telah memabukanku. maka kuterima bayang-bayangnya menyetubuhi diriku.” dia seorang perempuan “karena demikian indah kenangan itu. walau tak sampai. walau. maka aku tolak saja segala kenyataan. yang tak seindah imaji. ilusi yang memabukanku hingga kini.” dia seorang…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    TAK LAGI KULIHAT KUNANG-KUNANG tak lagi kulihat kunang-kunang terbang di malam hari berkedip-kedip seperti dalam malam kanak-kanakku dulu tak lagi kulihat kunang-kunang di kota yang penuh polusi ini orang-orang bilang padaku waktu itu kunang-kunang menjelma dari kuku orang-orang mati yang di kubur di makam di dekat ladang belakang rumahku …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    Esei: Nanang Suryadi Anak Rantau yang Menulis Rindu lewat Internet (Catatan bagi Ilusiminimalis Heri Letief) Membaca sejumlah sajak Heri Latief dalam buku Ilusiminimalis yang terbit di akhir Februari 2003, semacam membaca buku catatan harian selama 3 tahun (2001-2003). Di situ kita dapat menemukan bagaimana perasaan sang penyair di saat jauh…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    PESAN DEBU KEPADAMU debu. sebagai pesan yang dihantarkan angin kepadamu: “masih kau simpan rindu itu?” mungkin waktu menguji jawabmu KABAR DARI PERBATASAN di perbatasan bayangkan aku harus berdiri sepanjang hari mengawasi agar mereka mengerti bahwa aku menjaga cinta di hati aku harus di sini, di perbatasan ini karena masih kulihat…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    KALUT KEMELUT :ben abel adalah manusia bicara pada laut karena kalut kemelut tak habis-habis terus berlanjut semacam serial rambo semacam serial james bond semacam serial opera sabun sinetron film bollywood yang memutarmutar tarian di tengah tangis dan tawa yang tak berhenti diputar untuk mengusir rasa sepi karena kalut kemelut di mana ujungnya…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    SEPERTI KESUNYIAN rukmi wisnu wardani & anggoro saronto seperti kesunyian yang kutemukan di sela sela puisi juga di mata yang menatap udara malam dan kepul asap rokok terburai dari bibirmu: o terbanglah gundah terbanglah gelisah terbanglah hingga sampai rinduku padanya hingga sampai cintaku padanya hingga sampai menyapa di negeri yang jauh…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    YA KARENA ENGKAU DEMIKIAN MENCINTA
    : rukmi wisnu wardani

    karena engkau demikian mencinta maka akan dipersembahkan segala
    hingga ia menyambutnya hingga ia membalasnya membalas cinta yang kau
    persembahkan dengan segala penuh rindu pada piala-piala persembahan
    di tahta cintanya

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    TAFAKUR :cunong nunuk suraja dalam tafakur masih tak henti henti gelisah diri hantam-hantamkan ombaknya ke karang jiwa tak henti aku menggerung meneriaki cakrawala hingga habis suara hingga lelah hingga tinggal kosong pasrah menyerah di arus waktunya! SELAMAT PAGI JUGA :cunong nunuk suraja selamat pagi, kataku pada matahari, sepenggalah…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    LEKAS CATAT NAMAKU
    : ibnu hs

    “lekas catat namaku, sebelum ombak menghapusnya, karena cemburu”

    di pasar yang basah di fajar yang rekah kau tulis nama
    sebelum ombak menghapusnya, karena cemburu

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    Rumah Pasir : hasan aspahani dan ibnu hs tapi ia membangun rumah menulis namanya di tubuhku, kata pasir tapi aku cemburu, kata ombak ya ya aku juga benci dia, kata angin badai ikut menyela lalu dirobohkannya rumah pasir dengan deru anginnya di atas pasir dicoretkan kembali namamu di atas pantai dibangun kembali istana pasir mimpimu walau…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    Sebagai Kanvas
    : cecil mariani

    sebagai kanvas yang merindu lukisan kuas dari jejemari masalalu
    menggambar rona merah pipi atau sebagai cinta yang terselip di bait-
    bait puisi ingatan tak pudar ingatan tak pudar bayang hingga…

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    Mengapa Sunyi Juga : randu anastasia mengapa sunyi juga yang kutemukan di mata seperti lorong-lorong dalam mimpi penuh keghaiban riwayat mungkin sebentuk cinta atau rindu yang hilang alamat di jejak kenangan yang lamat di mana kau gurat nama di dalam dadamu atau di dalam waktu atau di pasir-pasir yang digoda ombak dengan deburnya yang tak…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    TENGGAT : cecil mariani aku lihat engkau di tenggat waktu menumpuk segala kesibukan di batas waktu mengejar segala entah mimpi o, bayang-bayang yang melukis kaca jendela penanggalan yang tak berhenti berhamburan ke dalam dada ruang kosong mungkin selintas bayang selalu terbang dari asap rokok sebuah harap, atau mungkin kenangan dari masa lalu…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    KEGHAIBAN PUISI MENGHANTARKANKU keghaiban puisi menghantarkanku ke dalam mimpi-mimpi di mana golok-golok teracung terhunus menyilang di depan dada mengancam dengan seribu curiga o inikah negeri dimana kekerasan telah menjadi kebiasaan dan hukum takluk pada keberingasan hingga kewarasan disulap menjadi keedanan keghaiban puisi menghantarkanku ke…[Read more]

  • Load More