• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Di Penghujung Tahun di penghujung tahun. mungkin ada yang membaca. huruf dan angka. pada mata. semburat kembang api. atau redup mengelam dini hari. tapi mungkin ada yang menanda. gurat pada wajah. menua. usia tersia-sia atau tak ingin diingat lagi tentang segala kenang juga harap yang diucapkan perlahan. pada hiruk tiupan terompet. karena…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Dan Kita Menghitung Waktu

    pada titik-titik hujan dan embun di kaca jendela kita menghitung waktu. betapa cepat. hitungan usia. helai rambut memutih. sedang di seberang jalan kanak-kanak berlarian dan menari di bawah hujan. aku tatap diriku mengalir bersama air hujan. ke dalam gorong-gorong. waktu

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Mungkin Engkau Ingin Menari di Bawah Hujan mungkin engkau ingin menari di bawah hujan yang menderas di luar hingga lumpur menyipratnyiprat ke tubuhmu mungkin engkau ingin menari dengan gemulai tubuh dan hentak tak henti henti kaki dan kepala dan suaramu o suaramu menyeru penuh rindu bersaingan dengan geletar halilintar pekikan pedih perih ke…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Mungkinkah Puisi mungkinkah puisi akan membuatnya abadi. katamu sambil menulisi hari demi hari. tapi ia tak pernah membayangkan bahwa ia ingin abadi. karena waktu. karena waktu. katamu dan engkau ingin melukis tentang cahaya bulan yang jatuh di tuwung arak seperti lipo yang menulis puisi dalam mabuk dan sepinya di bawah purnama bulan …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Apa Yang Kau Cari apa yang kau cari, katanya sambil melempar bebatu ke kali yang jernih —seperti airmata yang tiba-tiba mengucur dari bebatu di balik pepohon dan semak-semak yang ingin kau tadahi dengan jemarimu– tapi sebaris kenangan tersangkut di bebatu yang lain. mungkin pertanyaan itu, tentang apa yang dia cari. engkau bertanya suatu…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Mungkin Engkau

    mungkin engkau tak ingin lagi menulis puisi karena kata-kata selalu saja membocorkan rahasia yang coba kau simpan di palung terdalam dadamu

    mungkin engkau tak ingin melukai siapa pun
    dengan kata-katamu

    dan puisi berdiam berkecamuk
    di sunyi sendiri

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Mungkin Engkau dan Hujan Itu mungkin hujan yang datang sore itu dengan rimisnya yang lembut membuatmu teringat pada sebuah puisi atau sebuah wajah atau sebuah kenangan yang mungkin pernah ingin kau lupakan tapi sapaan demi sapaan (seperti saat itu engkau merasa rimis hujan menyapamu dan menanyakan kabar puisi) membuatmu teringat lagi dan engkau…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 7 months ago

    Sebagai Kau Temukan Rumah Yang Lengang
    :candylam

    sebagai kau temukan rumah yang lengang. sunyi kata-kata. demikianlah puisi. menemukan puncak bunyi.

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 7 months ago

    Di Beranda Engkau Membaca Puisi : labibah zein Di beranda engkau membaca puisi dari mata kanak-kanak atau cahaya matahari yang tersangkut di rambut penyair. Di negeri jauh yang menanggungkan rindu dan mulai menulis tentang waktu yang berangkat ke arah senja. Mungkin tak ada yang sempat menanyakan tentang alamat ke mana akan kembali. Karena di…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Mungkin Ada :h.a Mungkin ada yang mengendap. Di suatu malam. Saat rimis tiba. Menjengukmu. Saat engkau tertidur. Dan kata-kata itu tersusun. Dalam mimpimu. Tentang ia menjejakkan kakinya. Di tanah basah. Di halaman rumah. Mungkin ada yang menjengukmu. Di dalam mimpi. Saat engkau coba menyusun kata-kata. Seperti malam itu. Engkau demikian merasa…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    HANYA ENGKAU. HANYA Telah diserahterimakan. Seluruh nasib. Ke dalam genggaman. Biarlah segala menghambur. Menujumu. Sebagai serpih. Debu yang memburu. Menyeru ngilu. Demikian diri terlunta. Pada tatapmu. Tak berdaya diri. Tak Hanya engkau. Hanya. Menggelisahkan aku. Dengan sepenuh rahasia kehendak Dan aku? Terhisap ke dalam tubir. Gelegak.…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    (MUNGKIN) INILAH PUISI Sebagai puisi Kata tak sanggup merangkumnya Malang, Nopember 2003 SURREALISME AIDAN Bubur kata-kata. Gelegak. Bergumpal darah digugurkan dari rahim. Waktu berkelonengan. Jam leleh. Salvador. Di mana ditemukan perempuan yang mencinta. Engahmu. Tapi para ibu berlari ke utara. Kau lecutkan api. Menggeletar jerit. Mimpi…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    UPACARA EROS :randu & rano dan engkau menangis. karena cinta, katamu. mungkin eros, tepatnya. sebagai ledakan yang tak henti mengguncang dada. membuka segala rahasia semesta. dalam tarian: tawa dan luka. dan engkau menangis. menelusur baris-baris yang dikekalkan. mungkin dongeng dari masa lalu, lelaki yang ingin mengabadikan riwayat gelombang…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    TAKWIL SAZANO lalu kau kau berjalan mungkin berlari mungkin mengendap sambil menebar ribuan tanda mungkin serupa mimpi sebagai kebenaran pada terjemah yusuf dan ibrahim karena suatu ketika kau biarkan dirimu serupa kendi yang haus hendak akan air karena pengetahuan bemula dari mimpi mimpi yang dijelmakan mungkin dari dongeng sebelum tidur serupa…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    PADA RAKAAT TERGESA MASIH KAU DENGAR RINDUKU?

    kekasih masih kau dengar kupanggil namamu pada rakaat-rakaat tergesa?
    karena dunia menyihirku dengan kesibukan. hingga tak kuliat seribu
    bulan bercahaya benderang. di waktu takdirmu.

    ampuni aku. bukan berarti aku tak merindu.

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    KEKASIH YANG KURINDU kekasih bagaimana harus kuungkapkan geletar rindu ini menemu cintamu seluruh sedang resah ini menggigilkanku karena sepertinya engkau menatapku demikian beku ke dalam lubuk dadaku o adakah yang lebih selain cintaku padamu kekasih engkau demikian pencemburu, memburuku dengan tatap matamu ke segala penjuru karena masih lalai…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    SAJAK YANG KESEPIAN :ts pinang sebagai sajak yang kesepian ditinggalkan pergi puisi aku tinggalkan segala kenangan hingga kenangan menjadi sajak yang kesepian bukankah puisi adalah mula sepi mungkin juga nyeri yang kita cari ujarmu dengan sebilah kata yang ditusukan ke dalam jantung sunyi dan resah yang tak henti walau telah didayungkan…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    YANG BERDIRI DI PERSIMPANGAN buat: t & r tentukan pilihan itu! angin menyeru. walau kau tahu hidup adalah pilihan. tapi kau masih tetap meragu. gamang. bimbang. menimbang-nimbang. tentukan jalan kemana kau akan menuju! matahari menyeru. walau kau tahu hidup adalah pilihan. tapi kau masih menekuri masa lalu. dan melihat ke belakang melulu. …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    YANG KEHILANGAN KATA-KATA
    buat: dodi moyang

    kata-kata lenyap
    pada tatap
    o, masihkah penyair mencari kata
    untuk melukiskan wajah puisi
    yang dijumpa
    di puncak birahi cinta
    ekstase
    dipukau kemilau
    sebagai keindahan

    kata-kata lenyap
    lebur
    pada takjub

    memandang wajahnya
    yang tak terkata

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    TAPI AKU LELAKI YANG GIGIL SENDIRI tapi aku lelaki yang gigil sendiri purnama lenyap di balik gerhana kekasih diri lenyap dalam gundah dada hingga kutanya bayang serupa diri: o usia ke mana disia? tapi aku lelaki yang gigil sendiri purnama tak terlacak oleh mata hati diri sembunyi dalam gelap kata-kata hingga kutanya bayang serupa diri: o…[Read more]

  • Load More