• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    Dimana Puisi Kiranya buat: datok kemala dimana puisi kiranya di dalam diri di luar diri atau di keluasan semesta aku menari di dalam sepi dan terasa puisi ikut menari bersamaku serupa rummi menari mendedahkan diwan dan rubaiyat dalam ekstase rindu dan mabuk kepayang cinta tapi o dimana puisi kiranya dimana telah diteguk berjuta kali anggur dari…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 10 months ago

    Tiga Bait tentang Puisi 1. aku rebah dalam lelah kata kata telah menyesatkanku jauh ke dalam rimba gelap puisi kemana kita kan pergi? diri sendiri terluka oleh tanya sendiri demikian nyeri 2. mungkin aku harus mulai melupakan puisi dan tak merindukannya lagi karena…… 3. puisi mungkin telah tak ingin dilahirkan lagi lewat jemariku…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 10 months ago

    PERINGATAN

    jangan lagi membaca puisi
    nanti kau semakin tersesat jauh

    puisi lebih berbahaya dari candu
    lukanya lebih parah dari goresan belati

    jangan coba-coba membaca puisi
    apa lagi membaca tulisan ini

    sebagai puisi
    !

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 10 months ago

    TIBA TIBA SAJA tiba-tiba saja aku ingin merobek semua kertas yang pernah kusebut puisi, membakar dan menghanguskannya. hingga ia tiada. puisi yang tiada. amboi indahnya. puisi yang tiada. tiada yang puisi. (tapi pembunuhan itu gagal: puisi bangsat kapan kau mampus!) tiba-tiba saja. aku tak ingin peduli. dengan segala macam puisi. awas! kalau…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 11 months ago

    Upacara Pengap Dada 1. kupu-kupu robek sayap hinggap di lengkung alismu yang hitam saat hari mulai gelap, dikerjap mata harap demikian lindap. pengap 2. tak ada keteduhan bagi pengap jiwa telah ditandai dengan asin darah sebagai peta mula dan akhir airmata karena gelisah tak pernah takluk bahkan pada teduh matamu….. [...]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 11 months ago

    Musim Musim Yang Menyelinapkan Airmata

    seperti selalu kukabarkan padamu
    tentang musim musim
    yang menyelinapkan airmata
    di sela sela puisi

    adalah gerimis
    yang kau lukis
    dalam kanvas rindu

    karena sesungguhnya
    cinta demikian tabah
    menerima luka derita

    seperti engkau
    seperti mimpi itu

    diembun senyummu

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 11 months ago

    Ya! Ya!

    ya! ya! demikianlah hidup!
    keras dan kejam

    dan aku?
    kerap menjadi pengecut

    berlari dengan angan mimpi sendiri!

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 11 months ago

    Upacara Kosong

    jam berdetik. dan aku?
    berhenti di titik nisbi

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 11 months ago

    Upacara Sepi secelah kekosongan tinggal di pinggir halaman. juga jeda antara baris bait. dimana disinggahkan sunyi. namun gaduh juga yang bertalu. setelah lembar-lembar kosong terisi takdir sepi. mungkin telah ditera namaku di situ. juga waktu. saat berjumpa. saat terlunas segala rindu. menatap wajahnya yang cahaya. hingga lebur diri. dalam arus…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 11 months ago

    Upacara Amnesia sepertinya aku telah melupakan warna-warna. apa warna untuk rindu apa warna untuk cinta? karena guruf-huruf berguguran dari ingatan tentang puisi yang digugurkan dari rahim waktu, karena tiada kekal kata tiada abadi segala yang diingin selama. tapi masih ingin kutulis seisak yang tersisa dari sobekan kenangan di lipatan yang tak…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 11 months ago

    Upacara Abu Api yang dinyalakan telah mulai membakar. Lidahnya lebih tajam dari pedang. Amuknya lebih rongkah dari naga. Meliuk-liuk. Menjilati segala yang ada. Gemeretaknya melucuti keberanian. Menjadi keharuan. Mungkin pula ketakutan. Atau kecemasan. Karena biru hitam kuning merah menjela-jela. Dari wajah kusam. Dari mata yang meliar. Inilah…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Bahkan bahkan aku tak ingin menjadi huruf, karena huruf masih mengingatkanku pada puisi, bahkan… lalu ingin kututup buku catatanku, kurekat dengan isolatip, agar tak kukenang lagi, huruf-huruf itu yang merayu dengan matanya yang meredup sayu, bahkan… jangan sebut aku penyair, karena aku hanya debu, yang menghampiri telapak kaki-Mu Mungkin[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Hujan di Dalam Puisi sebagai kenangmu pada daun daun jatuh di pelataran dan hujan yang mengingatkan pada airmata mungkin sebagai ketulusan yang mengalir menyiram ranggas rerumputan adalah aku yang menulis puisi sebagai patahan-patahan yang menyilang dalam dada sesak tak bertanda baca karena rindu tak terucap dengan kata-kata mungkin juga cinta…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Anak Anak Yang Melolong Di Malam Kelam anak anak yang menangis dan melolong di malam kelam adalah kanak kanakmu yang tak bisa tidur sebelum menghisap bau aica aibon hingga rasa nyeri dan mimpi buruk lenyap melesat sebagai bintang yang berpendar pendar di langit tinggi sebagai harapnya yang tak pernah sampai dalam jerit desah lagu dalam serak suara [...]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Membunuh Puisi serombongan orang berbaju hitam mengiringkan pemakaman puisi yang telah kubunuh di puncak malam yang kelam yang hitam di ulu hatinya kutikam demikian dalam hingga darah membuncah hingga matanya mendelik hingga tinggal aduh hingga tinggal kulihat wajah puisi pucat pasi tak lagi berdarah karena darahnya membasah di seluruh lantai…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Sampai di Titik Ini Sampai di titik ini sampai Di detik yang terus melaju Tak henti Sepanjang usia direntang Makna apa yang tereja Tak henti Membusur bayang-bayang Mungkin maut yang mengendap Tak henti Di lubuk rindu tatap matamu Lamat menyapa pada ingatan Tak henti Berjalan ke arah senja Hingga sampai di garis gelap terang Tak henti …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    HITAM BAYANG Kota dan bayang bayang melaju menderu ke arah tak tentu Mimpi digariskan dalam tidur panjang Terbunuhlah kanak oleh jemari kutuk Ditikam dengan bengis ke dalam lubuk jantungnya Karena nyeri kehidupan O, berlepasanlah segala riwayat Dari kehendak Diserukan gemuruh diserukan deru Manusia yang kehilangan Mencampakkan engkau ke dalam…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 1 month ago

    SEPI JUGA KIRANYA
    : h.a

    1.
    sepi juga kiranya hadir dalam puisi berdiam membisu pada huruf yang kehilangan bunyi hingga kata-kata gugur dari rahim waktu karena sunyi kiranya….

    2.
    di dalam sunyi menetas puisi mencericip mencari mula kata di mana akhir kata dimana karena sepi gigilkanku dalam beku waktu

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 1 month ago

    33 PLANET 33 MATAHARI 33 GALAKSI : njibs 33 planet 33 matahari 33 galaksi ingin kugambar di hari ini sebagai ingatan tentang ketulusan cinta dan rindu yang mungkin mulai dilupakan karena ombak badai menerpa hari-hari hingga tak sempat dialamatkan padaku huruf-huruf yang kubaca sebagai puisi tapi ingin kulukis 33 planet 33 matahari 33 galaksi…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 1 month ago

    bagaimanakah membaca isyarat-Mu allah, bagaimanakah kudapat membaca isyarat dari alir darah dan desing peluru allah, aku terhuyung dalam tanya dan gemetar membaca peristiwa allah, aku teringat ucap malaikat di saat adam akan dibuat : “mengapa engkau akan mencipta makhluk yang akan berbunuh-bunuh dan membuat kerusakan di muka bumi.” allah,…[Read more]

  • Load More