• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    DI HADAPANMU

    di hadapanmu
    kupersembahkan keluh

    karena diri, gusti
    tak sanggup lagi

    tanggungkan nyeri
    merindu ini

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    DIMANA PUISI BERMULA

    “lalu di mana segala bermula ?”
    kau dengar bisik itu

    seperti degup di dadaku
    mendebar-debar

    ketika kuingat sehuruf puisi hangus
    di cerlang cahaya mata

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 9 months ago

    Seperti Puisi Yang Selalu Merindukanmu
    : ha

    selalu saja puisi itu merindu,
    di sela-sela kepenatan harimu

    ia menyelinap
    kabarkan kesunyian

    seorang penyair
    menelusur huruf

    pada sayap kupu
    pada hening kepompong

    pada geliat ulat
    dan ketiadaan

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 10 months ago

    KITA MASIH DI SINI seperti saat lalu, kita masih di sini menghitung butir-butir hujan yang jatuh di sudut kamar, seperti saat lalu, kita masih di sini memandang sarang laba-laba di langit-langit kamar seperti saat lalu, kita masih terus berdekapan rasakan detak pada waktu di dalam dada mungkin kau menyebutnya sebagai bahagia [...]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 10 months ago

    TAK ADA YANG MENARI tak ada yang menari dalam pikiran malam saat hujan bergemerincing di kejauhan mungkin kaki telah lelah menandak mata mengantuk menyimpan mimpi di bola mata tak ada yang menari pada denting angin menyapa lonceng yang diam mungkin sunyi adalah kesejatian mula di senyap sendiri di puncak nyeri sendiri tak ada yang menari [...]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 12 months ago

    Jiwa Yang Lelah

    pada rakaat tersendat

    jiwa yang lelah
    ingin istirah
    merindu embun cintamu

    pada ayat-ayat lewat

    jiwa yang lelah
    hendak istirah
    mengenang sungai cahayamu

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 12 months ago

    Di Negeri Jauh Itu

    :hadi

    di negeri jauh itu
    mungkin masih kau kenangkan juga
    mimpi-mimpi yang ditumbuhkan pada dinihari
    tentang kata
    yang tersesat di balik kaca

    serupa mimpiku
    yang mengabut di tempurung kepala
    hendak menulis kata-kata
    rindu yang tak tersampai
    ke alamatnya

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    INTERMEZO

    burung kata-kata memekik meminta perhatian:
    o sayang ditimang kata ditimang puisi menyanyi-nyanyi sendiri

    senandungkan doa
    senandungkan doa

    hari yang lindap
    doa mengapung di langit-langit

    bola matahari
    retak

    di lelangit mimpi

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Reportase Ersa

    pada mata yang terkatup, tak ada yang sempat dilaporkan. lewat reportase. tentang rentetan tembakan. juga asin darah keringat dan airmata yang tersia di setiap pertempuran.

    tapi mungkin sempat kau catat. dengan kalimat. teralamat pada segala hakikat.

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Ada Apa dengan Hujan

    ada apa dengan hujan? selalu membuatku merindu puisi. hingga jemari menari di tempias air. mungkin demikianlah puisi menjadi kutuk dengan segala kenang dan mimpi.

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Mungkin Engkau Sisiphus Yang Berbahagia
    :h.a.

    mungkin engkau sisiphus yang berbahagia. memanggul batu di punggungmu. dan menyebutnya sebagai rindu. mungkin pula cinta

    dan kau gulirkan batu itu. dari puncak gegunung puisi.

    mungkin engkau sisiphus yang berbahagia. kau dengar? camus tertawa.

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Di Penghujung Tahun di penghujung tahun. mungkin ada yang membaca. huruf dan angka. pada mata. semburat kembang api. atau redup mengelam dini hari. tapi mungkin ada yang menanda. gurat pada wajah. menua. usia tersia-sia atau tak ingin diingat lagi tentang segala kenang juga harap yang diucapkan perlahan. pada hiruk tiupan terompet. karena…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Dan Kita Menghitung Waktu

    pada titik-titik hujan dan embun di kaca jendela kita menghitung waktu. betapa cepat. hitungan usia. helai rambut memutih. sedang di seberang jalan kanak-kanak berlarian dan menari di bawah hujan. aku tatap diriku mengalir bersama air hujan. ke dalam gorong-gorong. waktu

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Mungkin Engkau Ingin Menari di Bawah Hujan mungkin engkau ingin menari di bawah hujan yang menderas di luar hingga lumpur menyipratnyiprat ke tubuhmu mungkin engkau ingin menari dengan gemulai tubuh dan hentak tak henti henti kaki dan kepala dan suaramu o suaramu menyeru penuh rindu bersaingan dengan geletar halilintar pekikan pedih perih ke…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Mungkinkah Puisi mungkinkah puisi akan membuatnya abadi. katamu sambil menulisi hari demi hari. tapi ia tak pernah membayangkan bahwa ia ingin abadi. karena waktu. karena waktu. katamu dan engkau ingin melukis tentang cahaya bulan yang jatuh di tuwung arak seperti lipo yang menulis puisi dalam mabuk dan sepinya di bawah purnama bulan …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Apa Yang Kau Cari apa yang kau cari, katanya sambil melempar bebatu ke kali yang jernih —seperti airmata yang tiba-tiba mengucur dari bebatu di balik pepohon dan semak-semak yang ingin kau tadahi dengan jemarimu– tapi sebaris kenangan tersangkut di bebatu yang lain. mungkin pertanyaan itu, tentang apa yang dia cari. engkau bertanya suatu…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Mungkin Engkau

    mungkin engkau tak ingin lagi menulis puisi karena kata-kata selalu saja membocorkan rahasia yang coba kau simpan di palung terdalam dadamu

    mungkin engkau tak ingin melukai siapa pun
    dengan kata-katamu

    dan puisi berdiam berkecamuk
    di sunyi sendiri

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years ago

    Mungkin Engkau dan Hujan Itu mungkin hujan yang datang sore itu dengan rimisnya yang lembut membuatmu teringat pada sebuah puisi atau sebuah wajah atau sebuah kenangan yang mungkin pernah ingin kau lupakan tapi sapaan demi sapaan (seperti saat itu engkau merasa rimis hujan menyapamu dan menanyakan kabar puisi) membuatmu teringat lagi dan engkau…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 1 month ago

    Sebagai Kau Temukan Rumah Yang Lengang
    :candylam

    sebagai kau temukan rumah yang lengang. sunyi kata-kata. demikianlah puisi. menemukan puncak bunyi.

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 1 month ago

    Di Beranda Engkau Membaca Puisi : labibah zein Di beranda engkau membaca puisi dari mata kanak-kanak atau cahaya matahari yang tersangkut di rambut penyair. Di negeri jauh yang menanggungkan rindu dan mulai menulis tentang waktu yang berangkat ke arah senja. Mungkin tak ada yang sempat menanyakan tentang alamat ke mana akan kembali. Karena di…[Read more]

  • Load More