• Oleh: Ahmadun Yosie Herfanda ‘Erotisme religius’. Barangkali ini istilah yang aneh. Mungkinkah sesuatu yang erotis – yang sangat profan – bisa bercitra religius? Sulit untuk menjawab ya. Tapi, ketika membaca beberapa sajak Nanang Suryadi yang terkumpul dalam buku ini, sebutan ‘erotisme religius’ itu sulit untuk dihindari. Simaklah, misalnya, sajak…[Read more]

  • Oleh: A. Kohar Ibrahim Di tengah malam sunyi sepi timbul kegairahan, sekalipun di luar langit hitam kelabu keputihan cahaya bumi berselimut salju. Dingin sekali. Selagi dimamah rindu pada Srikandi penggenggam pena di Nusantara, membuka jendela kaca ordina, kudapati sepucuk surat elektronika berisi undangan yang segera menghangati pikiran dan…[Read more]

  • Oleh: Sutan Iwan Soekri Munaf Berhadapan dengan sajak tidaklah sama dengan berhadapan dengan prosa, baik cerita maupun tulisan bentuk lainnya. Bermuka-muka dengan sajak akan menguak pengalaman batin dan pengetahuan pikir serta kemampuan berimajinasi. Jika berhadapan dengan prosa, baik cerita maupun tulisan lainnya, akan terkuak pesan yang ingin…[Read more]

  • Oleh: Asep Sambodja Dalam kumpulan sajak Nanang Suryadi yang kelima, Telah Dialamatkan Padamu ” (Dewata Publishing, Jakarta, 2002), kita bisa menemukan bait pembuka dalam sajak ” Intro“, aku tak mengerti, katamu/ pada sajak banyak ruang terbuka , sebagai isyarat dimulainya pembacaan sajak-sajaknya yang terhimpun dalam buku ini. Bukan saja untuk…[Read more]

  • JAKARTA—Pembacaan cerita pendek oleh Danarto di QB Book Store saat peluncuran Graffiti Imaji oleh Yayasan Multimedia Sastra pekan lalu adalah sebuah momen menarik buat para penulis yang selama ini cukup produktif di dalam situs internet. Terbitnya kumpulan cerita pendek—memuat 83 karya yang dipilih oleh Sapardi Djoko Damono, Yanusa Nugroho, dan…[Read more]

  • Dalam jagat Internet, sastra tumbuh menjadi sesuatu yang tak angker. Belum menghasilkan karya yang cemerlang, tapi orang jadi tak sungkan menulis sajak, cerpen, atau esai—sebagian bahkan sudah diterbitkan menjadi buku. Inilah kisah seputar aktivis sastra cyber. SUATU hari pada tahun 2000. Di sebuah warung Internet di Depok, Gratiagusti Chananya…[Read more]

  • - dengan Blog siapa pun bisa menjadi sastrawan Oleh : Qaris Tajudin(Koran Tempo, Ruang Baca, Februari 2007) “Every writer mus have an address,” kata Cythia Ozick. Setiap penulis memiliki ‘rumah’. Dan di dunia maya, para penulis mendapatkan pada blog. Berbeda dengan mailing list yang menjadi tempat mereka berbagi dan berdiskusi, blog adalah sesuatu…[Read more]

  • BUKU kumpulan sajak karya Nanang Suryadi (30) berjudul Telah Dialamatkan Padamu (2002), Rabu (4/6) malam dibacakan di sebuah kafe mahasiswa di Kota Malang. Jika menilik muatan sajak yang dikandungnya, sebetulnya memiliki aliran Sufi yang sangat pelik dan personal, tetapi tetap saja puluhan pasang mata mahasiswa mau berusaha menikmatinya. Kafe…[Read more]

  • Judul buku : Telah Dialamatkan Padamu, Sepilihan Sajak Nanang Suryadi Penulis : Nanang Suryadi Penerbit : Dewata Publishing Cetakan : I, 2002 Tebal : 111 halaman. Membaca karya seorang penyair tidak hanya perjuangan menembus rimba kata yang penuh dengan sulur simbol dan metafora, tapi juga menelusuri riwayat perjalanan seorang penyair dengan…[Read more]

  • ketika penyair itu bertamu ia membayangkan lengan kursi itu memeluknya seraya bercerita tentang kaki langit yang jenjang hingga pelangi berjuntai-juntai menyentuh kaki gunung dan mulut gua menjadi nganga terkagum-kagum dan menepuk bahu jalan yang menggelendot manja di dekat ngarai itu

  • aku tak sanggup lagi menuliskan kata-katamenjadi puisimenjadi

  • beri aku puisi, katamu suatu ketika. matahari malas mendengar kata-katamu, ia segera pergi ke balik malam. dan hujan yang tiba-tiba marah mencurahkan dingin ke kepalamu, seraya berteriak: inilah puisi. tiang listrik tertawa-tawa, mungkin lucu rasanya: penyair minta puisi. puisi? dimana kiranya. mungkinkah puisi sedang sakit dan sekarat. sehingga…[Read more]

  • Sebagai langit hitam tak kunjung hujan,karena kesedihan bergelayut tak berkesudahan

  • membaca sebaris puisidan ia orgasme berulang kali

  • adalah mimpi-mimpimuyang tersangkut di dahan kata-katadan orang menyebutnya puisiadalah embun yang tiba-tiba menggantungdi pelupuk matapenamu tak henti menarikarena, engkau adalah …..

  • aku pungut puing puisi dari segala kenang yang membayangaku pungut puing kata dari segala tawa yang melukainikah teka teki membilang huruf di anagram nasibhopla! siapa itu menari?

  • Kali ini Nanang Suryadi tampil dengan puisi yang menukik kepada diri pada usia ke 34, catatan cinta untuk kh, isteri dan kepada putri tercinta Cahaya Hastasurya. Saking cintanya maka dilakukan “muhasabah” satu unsur penting bagi rohaniah pemeluk. Saya amat senang dengan ekspresi yang mengalir nyaman, komunikatif tapi puitis. Kalau dirujuk kepada…[Read more]

  • ThumbnailErwin Ibrahim[1], Antariksa[2], dan Ismu Rini Dwi Ari[3]ABSTRAKTujuan studi pelestarian kawasan Keraton Kasepuhan Cirebon ini, adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis perkembangan kawasan keraton dari awal […]

  • Menulis syair tak kunjung tamat Karena tak sampai puisi pada makrifat Menulis syair tak kunjung tamat Karena tak sampai kata pada hakikat Bagaimana cara membilang diri akan selamat Jika syair tak mencapai alamat Bagaimana cara membilang syair terhebat Jika dhaif diri di depan sang maha dahsyat Bagaimana diri akan mencapai hakikat Jika tak kuasa…[Read more]

  • Untuk puteriku: Cahaya Hastasurya Kanak disayang disayangsayang Besarlah kanak tak lupa mengenang Kanak disayang disayangsayang Tidaklah lupa nasihat tuk sembahyang Berdoalah kanak berdoalah sayang Siang malam pagi dan petang Doakan ampun ayah bunda tersayang Agar hidup terasalah lapang Inilah syair untukmu sayang Agar hidup terasalah tenang…[Read more]

  • Load More