• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 10 months ago

    Anak Anak Yang Melolong Di Malam Kelam anak anak yang menangis dan melolong di malam kelam adalah kanak kanakmu yang tak bisa tidur sebelum menghisap bau aica aibon hingga rasa nyeri dan mimpi buruk lenyap melesat sebagai bintang yang berpendar pendar di langit tinggi sebagai harapnya yang tak pernah sampai dalam jerit desah lagu dalam serak suara [...]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 10 months ago

    Membunuh Puisi serombongan orang berbaju hitam mengiringkan pemakaman puisi yang telah kubunuh di puncak malam yang kelam yang hitam di ulu hatinya kutikam demikian dalam hingga darah membuncah hingga matanya mendelik hingga tinggal aduh hingga tinggal kulihat wajah puisi pucat pasi tak lagi berdarah karena darahnya membasah di seluruh lantai…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 10 months ago

    Sampai di Titik Ini Sampai di titik ini sampai Di detik yang terus melaju Tak henti Sepanjang usia direntang Makna apa yang tereja Tak henti Membusur bayang-bayang Mungkin maut yang mengendap Tak henti Di lubuk rindu tatap matamu Lamat menyapa pada ingatan Tak henti Berjalan ke arah senja Hingga sampai di garis gelap terang Tak henti …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 11 months ago

    HITAM BAYANG Kota dan bayang bayang melaju menderu ke arah tak tentu Mimpi digariskan dalam tidur panjang Terbunuhlah kanak oleh jemari kutuk Ditikam dengan bengis ke dalam lubuk jantungnya Karena nyeri kehidupan O, berlepasanlah segala riwayat Dari kehendak Diserukan gemuruh diserukan deru Manusia yang kehilangan Mencampakkan engkau ke dalam…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 11 months ago

    SEPI JUGA KIRANYA
    : h.a

    1.
    sepi juga kiranya hadir dalam puisi berdiam membisu pada huruf yang kehilangan bunyi hingga kata-kata gugur dari rahim waktu karena sunyi kiranya….

    2.
    di dalam sunyi menetas puisi mencericip mencari mula kata di mana akhir kata dimana karena sepi gigilkanku dalam beku waktu

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 11 months ago

    33 PLANET 33 MATAHARI 33 GALAKSI : njibs 33 planet 33 matahari 33 galaksi ingin kugambar di hari ini sebagai ingatan tentang ketulusan cinta dan rindu yang mungkin mulai dilupakan karena ombak badai menerpa hari-hari hingga tak sempat dialamatkan padaku huruf-huruf yang kubaca sebagai puisi tapi ingin kulukis 33 planet 33 matahari 33 galaksi…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 11 months ago

    bagaimanakah membaca isyarat-Mu allah, bagaimanakah kudapat membaca isyarat dari alir darah dan desing peluru allah, aku terhuyung dalam tanya dan gemetar membaca peristiwa allah, aku teringat ucap malaikat di saat adam akan dibuat : “mengapa engkau akan mencipta makhluk yang akan berbunuh-bunuh dan membuat kerusakan di muka bumi.” allah,…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 11 months ago

    Sulur Sulur Waktu : ibnu hs sulur sulur waktu yang merambat di usia kita tumbuh sebagai kenangan yang menjalar di lelangit rindu sehingga kata sepertinya menjadikan abadi segala yang fana padahal mimpi yang datang menyelinap dari kedalaman laut rahasia mendenyarkan isyarat tentang maut yang demikian telengas sehingga terciptalah puisi yang sepi…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 11 months ago

    Sketsa Tentang Kerinduan : rull nh tapi dibangunnya dunia dengan mimpi seperti diangannya cinta demikian platonik sebagai jarak yang menebalkan rindu hingga beterjunan derai tangis dari tebing tebing pipi mencurah deras menerjang terjal batu batu juga karang dimana kau coba menatah nama sebagai tanda bahwa ada yang pernah merindu pernah ada yang…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 15 years, 11 months ago

    Karnaval Patung di Depan Stasiun Malang : ki bedjo mungkin pernah kau bayangkan patung di depan stasiun itu bergerak seperti arak-arakan karnaval kenangan di masa kecil dengan genderang dan letusan karbit dari bumbung bambu dan wajah yang dicoret-coret merah putih yang meleleh dari dahi ke leher ke dada seperti juga mungkin kau bayangkan dirimu…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years ago

    BERMAIN KATA BERMAIN MAIN dari atas genteng kulihat hari demikian genting orang orang berteriak gantung kepada pengkhianat yang menggunting di dalam lipatan seperti gaung pekik di dalam gentong kosong hari demikian panas mungkin kerbau kerbau akan pergi berkubang tapi aku duduk saja di atas bangku ingin membuat sajak berkabung mungkin tentang…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years ago

    ENGKAU YANG TAKUT MEMBACA ISYARAT engkau demikian takut membaca isyarat. tapi kemestian akan tiba juga. walau kau tolak. walau kau kata tak hendak. karena hati yang tak sepenuh niat. menggamangkan langkah. memutar dirimu memutar mutar. dalam lingkaran memusar. di peta labirin tanya jawabmu sendiri. o, engkau yang menyimpan dendam amarah dan…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years ago

    KARENA DIKSI sebagai petapeta yang dilukis menghamburkan jejak lama dari riwayat sebuah ingatan hingga waktu merapat ke titik nol sampai dentingnya yang menggaung menjadi senyap lenyap dalam sajak tak selesai karena huruf membisu dalam rahim pertapaan menumbuh tumbuh dalam diam dalam sunyi memandang diri semakin asing pada rambu rambu di…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years, 1 month ago

    PENAT demikian penat membilur hari hari lelah lungkrah tak berdaya diri tak tegar diri goyah lemah melayang layang mengawang awang langkah menggamang gamang o mengapa diri mengapa tak napak jejak tegak menapak tapak di bumi sendiri tak gamang menggoda goda tak ragu mengganggu ganggu o diri ke mana akan pergi dimana niat ditancap dengan sepenuh…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years, 1 month ago

    KUTUK PUISI

    dapatkah ia lepas dari kutuk puisi
    ke mana ia akan berlari
    puisi terus memburu
    hingga ambang mati

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years, 2 months ago

    IMAJI dia seorang perempuan “karena ia adalah imaji. sebagai ilusi. yang telah memabukanku. maka kuterima bayang-bayangnya menyetubuhi diriku.” dia seorang perempuan “karena demikian indah kenangan itu. walau tak sampai. walau. maka aku tolak saja segala kenyataan. yang tak seindah imaji. ilusi yang memabukanku hingga kini.” dia seorang…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years, 2 months ago

    TAK LAGI KULIHAT KUNANG-KUNANG tak lagi kulihat kunang-kunang terbang di malam hari berkedip-kedip seperti dalam malam kanak-kanakku dulu tak lagi kulihat kunang-kunang di kota yang penuh polusi ini orang-orang bilang padaku waktu itu kunang-kunang menjelma dari kuku orang-orang mati yang di kubur di makam di dekat ladang belakang rumahku …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years, 2 months ago

    Esei: Nanang Suryadi Anak Rantau yang Menulis Rindu lewat Internet (Catatan bagi Ilusiminimalis Heri Letief) Membaca sejumlah sajak Heri Latief dalam buku Ilusiminimalis yang terbit di akhir Februari 2003, semacam membaca buku catatan harian selama 3 tahun (2001-2003). Di situ kita dapat menemukan bagaimana perasaan sang penyair di saat jauh…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years, 2 months ago

    PESAN DEBU KEPADAMU debu. sebagai pesan yang dihantarkan angin kepadamu: “masih kau simpan rindu itu?” mungkin waktu menguji jawabmu KABAR DARI PERBATASAN di perbatasan bayangkan aku harus berdiri sepanjang hari mengawasi agar mereka mengerti bahwa aku menjaga cinta di hati aku harus di sini, di perbatasan ini karena masih kulihat…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 16 years, 2 months ago

    KALUT KEMELUT :ben abel adalah manusia bicara pada laut karena kalut kemelut tak habis-habis terus berlanjut semacam serial rambo semacam serial james bond semacam serial opera sabun sinetron film bollywood yang memutarmutar tarian di tengah tangis dan tawa yang tak berhenti diputar untuk mengusir rasa sepi karena kalut kemelut di mana ujungnya…[Read more]

  • Load More