• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 10 years, 3 months ago

    tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api udara tanah air api [...]

  • akulah sisiphus katamu menggelinding sepanjang pagi hingga malam di jalanan ibukota. tapi aku bahagia, tapi aku bahagia. seperti kudengar ada yang menderaskan airmata di dalam guci puisi. seguci puisi keteguk demi seteguk hingga airmatamu mendarah di nadi puisiku malam ini karena aku telah menjelma sisiphus menggelinding sepanjang pagi hingga…[Read more]

  • mengapa kau rindu puisi sedang puisi tak juga merindu dirimu serupa bulan merindu pungguk di malam benderang mengapa kau rindu puisi sedang puisi tak juga merindu dirimu serupa waktu tak pernah menunggu mengapa kau rindu puisi sedang puisi tak juga merindu dirimu serupa khafilah yang tak hirau gonggonganmu mengapa kau rindu puisi sedang puisi tak…[Read more]

  • adalah waktu yang berderinghingga puisi menyaringadalah mimpi yang bertadahhingga lamun menyerahadalah dada yang bertabuhhingga sepi menggaduhadalah engkau yang menyeruhingga aku menemu

  • :jokpin aku pinjam celana sebentar, aku ingin menulis puisi tentang senja, mungkin juga tentang sebuah celana, yang aku pinjam, senja ini sebentar saja “tapi celanaku telah usang, nanang aku pinjamkan rambut saja, mau?” rambut? rambut siapa yang bertumbuhan di halaman tubuhmu disisir hujan tak henti merindu “hahaha, pakai payung dong!” ya, ya,…[Read more]

  • :o ok nugrohoapa kabar, kata sebuah suara, masih menulis puisi?aih, mengapa aku menjadi mabuk beginitak ada siapa di sinikabar apa, kata sebuah puisi, masih mencari suara?o, mengapa aku perih beginitak ada puisidunia gaduh ramai, tapi sepilagi lagi sepidi dalam sini

  • :sidoarjomungkin ingin kau catat berapa airmata yang meluber melumpurkota yang ditenggelamkan,di sebuah kenangan, di sebuah ingatanpuisi yang menggapai-gapai kehilangan

  • :jakarta adakah yang ingin kau tanyakan, pada deras hujan tapi mungkin cemas telah kehilangan tanya, juga kata “kota yang tenggelam, kota yang tenggelam” ada suara bergema di dalam kepala adakah yang ingin kau tanyakan, pada deras alir mengalir tapi mungkin takut telah kehilangan tanya, juga kata “kota yang tenggelam, kota yang tenggelam” ada…[Read more]

  • Selamat datang, blog ini merupakan bahan untuk studi pemasaran bagi anda yang berminat. Bahan-bahan dikumpulkan dari internet, untuk memudahkan pembaca membaca perkembangan terbaru tentang trend termutakhir pemasaran di Indonesia khususnya.

  • SEPERTI SENJA YANG SUNYI DEMIKIAN PUISI senja yang sunyi, demikian sunyi, seperti puisi, seperti sunyi yang senja, demikian senja, seperti puisi, seperti senja yang puisi, demikian puisi, seperti sunyi, seperti puisi yang senja, demikian senja seperti sunyi, seperti puisi yang sunyi, demikian sunyi seperti senja, seperti senja yang senja, demikian…[Read more]

  • RAHASIA : sdd dan hah 1. di sore yang gerimis, awan menyapa hujan: “maukah engkau kuberitahu rahasia?” namun tiba-tiba angin memberat hujan melebat, dan awan, dia kembali tak sempat 2. di dingin yang khusuk, kayu menyapa letik api “maukah engkau kuberitahu rahasia?” namun tiba-tiba angin menghardik, api berkobar, dan kayu, dia kembali tak berkutik…[Read more]

  • Dari Sebuah Tajuk: 7 Orang Tewas Terkena Ledakan Gas 7 orang tewas sia-sia, katamu. sederet huruf tebal yang kau lirik sepintas. mungkin tak ingin segera kau baca mengapa dan dimana. mungkin tak ingin kau bayangkan bagaimana mereka meregang nyawa. di semburan gas atau lumpur panas. tak ingin segera kau ketahui berapa jumlah sebenarnya yang tewas.…[Read more]

  • Dari Sebuah Tajuk: Seorang Ibu Memakan Bayi Panggang ayah, sudah baca berita hari ini? bunda tak sanggup membacanya. lihat ini, ada seorang ibu memakan bayinya sendiri. bayi panggang. aduh, mengapa ada ibu tega seperti itu. kata orang sih, dia gila. tapi aduh, kok bisa orang gila hamil dan melahirkan bayi? kapan dia menikah. dan bayinya apakah…[Read more]

  • Untukmu :kunthi aku ingin menulis sajak, untukmu seperti dulu mungkin tentang hujan yang turun di saat senja sebagai puisi yang diam-diam kutuliskanhujan perlahan menyapa dengan ingatan aku ingin menulis sajak, untukmu seperti dulu mungkin tentang pelangi yang melengkung di saat senja tapi tak kutemu pelangi, di langit, matahari baru saja pergi…[Read more]

  • Dari Sebuah Tajuk: Ibu Membunuh Bayinya Sendiri :hah seorang ibu membunuh bayinya sendiri. ini berita keberapa. berita yang sama di tahun ini. apakah akan ditaruh di tajuk utama. dengan huruf judul tebal. dengan foto bayi berlumur darah dan leher membiru? lebih biru dari masa depannya. bayi yang teramat lucu. dan mungkin ia akan menjadi pelukis.…[Read more]

  • Di Lengkung Alis Itu, Yo… di lengkung alis matanya adalah harap di lengkung alis matanya adalah rindu dimana sunyimu menuju dimana jejakmu ditanda dimana mimpimu digariskan dimana tawamu dideraikan adalah lengkung alis yang mencakrawala adalah lengkung alis yang menghias bumi adalah lengkung alis yang merangkum semesta adalah lengkung alis yang…[Read more]

  • Dari Sebuah Tajuk: Orang Dibakar : hah ada berita apa hari ini, seperti kubaui hangit orang terbakar. mungkin ada yang ingin mencatat dengan tergesa. dalam berita. atau puisi. apa bedanya. tapi mungkin ada yang hanya ingin mengekalkannya dalam ingatan. atau mungkin ada yang ingin segera melupakannya. seperti biasa. seperti biasanya Dari Sebuah…[Read more]

  • Blitarapa yang kau pikirkan,diantara jalan menikungmenanjak menurun,lihatlah: perbukitan gundulapa yang kau bayangkan,diantara kepungan kemarauranggas hutan jatilihatlah: pemakaman umumapa yang kau ingatdiantara ladang ladangsawah mengeringlihatlah: pasir batuapa yang kau tulisdiantara alir kecil sungaikaki gunung keludlihatlah: nasib sendiri 2006

  • Bendungan Selorejoitu ikan apa? katamu,mungkin sambil membayangkanhidup di dalam kerambadijual ikan mas koki,wader, guramisegar atau dibakar.itu ikan apa? katamumungkin sambil mengingatirisan pisau ke perutdijual ikan betik,bekutuk, mujahirhidup atau matiitu ikan apa? katakumenunjuk ikandi dalam puisi2006

  • Cilegon angin kemarau, sampai di dada galau sederet kenang, mengucap selamat datang! 2006 Bojonegara dimana titik henti: di jalan berlubang, pelabuhan kemarau, bebatu gunung, pepohonan meranggas tumpas dimana jejak kan bertanda: pada langkah lungkrah jika gelombang sampai disini, siapa akan menyimpan ngeri: badai mimpi 2006 Rumah Dunia :gola gong,…[Read more]

  • Load More