• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 4 months ago

    KASIDAH PERNIKAHAN ada yang meneguhkan syahadah di jalan kehidupan menggenapkan hitungan dari separuh ruh yang pernah menyaksi di saat entah di tempat entah hingga bersetubuhlah jiwa cahaya pada muara lautan cahaya berlinanglah airmata cahaya berlinanglah hingga menerang terang cahaya menerangi semesta dalam dadamu yang berseru memanggil manggil…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 4 months ago

    Narasi Untuk Orang Sakit buat: hudan hidayat terbanglah terbang segala mambang segala peri melintasi rembang petang mengajakmu menari dalam perih nyeri kata menelusur ke gelap pengap mimpi malam hari karena gelisahmu adalah hantu imaji yang memburu hingga ambang hingga melintas di tapal batas diri alam racau mabuk memekikkan rasa bosan dengan…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 5 months ago

    esai Nanang Suryadi Ketika Tiga Anak Wayang Berpuisi Pada Oktober 2002, Forum Kesenian Banten menerbitkan sebuah antologi puisi berjudul Dunia Wayang . Antologi ini memuat 36 puisi karya tiga penyair Banten: Asep GP, Ibnu PS Megananda, dan Ruby Ach. Baedhawy. Antologi ini diberi kata sambutan di halaman pembuka oleh Drs. Didi Supriadi,…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 5 months ago

    Menderaslah! menderaslah menderas impian sebagai kenangan di sungai-sungai rinduku di laut gelombang hempas-hempas lelayar mengarah tuju hingga lunas segala pinta segala ujar ke dalam arung tak berbatas tepi. inilah derita yang ditawarkan lewati ambang hidup mati di sekarat maut sebagai gelisah mencari dan menemu. wajahmu! wajahmu!…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 5 months ago

    KETIKA KAU SAKITI LAGI HATI KAMI Ketika para penggarong uang negara yang telah menghabiskan pundi-pundi lumbung anak negeri kau ampuni. Maka engkau telah menyakiti hati kami untuk kesekian kali. Tapi kau tak pernah menyadari. Kau sakiti lagi. Dan lagi. Dan lagi. “Kalian aku ampuni. Diucapkan terima kasih atas kesadaran untuk membayar hutang ke…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 5 months ago

    Kekasih! (1) Kekasih, tiba-tiba aku merasa hidupku sia-sia, sebagai pecundang yang lari dari medan perang, sembunyi dalam dengkur mimpi, berlari dari kemestian yang harus dihadapi (2) Kekasih, apa yang kucari di dunia ini? Karena engkaulah segala mula engkaulah segala tuju. Tapi aku terpelanting dalam goda dan rayu. Seperti moyangku dahulu! …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 5 months ago

    Puisi Mencakar Wajahmu Dengan Kuku Jemarinya Yang Lentik puisi yang diam-diam ingin kau tulis mencakar wajahmu. dengan kukunya yang tajam. dan kau menulisnya sebagai kepedihan. inilah puisi, katamu, sambil membayangkan kuku di jemarinya yang lentik. dan menyisakan perih di wajahmu. puisi yang kau kira sebagai kucing manis. berbulu lembut…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Kapak Merah Puisi Berdarah diacung kapak digedor-gedor pintumu belah-belah kepalamu berdarahlah puisi berdarahlah dalam alir nadi tubuhku kata-kata dalam sumsum otakku “habisi saja masa lalu juga segala yang bernama dosa” lihatlah tari itu dalam genang, o, sang pemberontak, dalam tikam dalam dendam dalam kelam dalam geram “mampuslah!…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Sepanjang Jalan Indonesia “sepanjang jalan indonesia, buku-buku terbakar, wartawan terbunuh, tentara terbunuh, mahasiswa terbunuh, orang-orang terbunuh, sia-sia” sia-sia? tak kau tahu siapa yang menurunkan siapa, siapa menaikan siapa. jangan macam-macam bicara. kambing hitam kau namanya. “sepanjang jalan indonesia, sepanjang sejarah hitam,…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Negeri Api

    O, Allah, inikah negeri itu?

    Hangus wajahku
    Hangus tubuhku
    Hangus hati nuraniku

    O, Allah, inikah negeri itu?
    Api menjela panas begitu
    Kutuk apa sampai di sini

    Tak henti mengapi
    Tak henti mengapi
    Tak henti mengapi

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Ingin Kutulis Untukmu Ingin kutulis sajak untukmu. Mungkin ucap rindu. Tapi kekasihku, tak kutemukan kata itu. Kucari ia dalam buku-buku. Tak juga ketemu. Kurobek buku-buku. Kulempar semauku. Beri aku kata! Tak ada yang memberi kata itu. Tak ada yang memberi tahu di mana kata itu. Aku menjadi marah. Kuhancurkan rumah-rumah. Kuhancurkan segala…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Siapa Sampai Pada Ucap siapa menolak siapa siapa menerima siapa siapa mengaku siapa siapa mengiya siapa ah mengapa diterima segala bukan engkau ah mengapa ditolak engkau sesungguhnya gemetar tursina gemetar golgota gemetar hira kau maha rahasia kau maha rahasia siapa mengeja siapa siapa menafsir siapa siapa membaca siapa siapa merahasia…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Selamat Pagi Indonesia

    selamat pagi indonesia
    tak ada lagi airmata buatmu hari ini

    telah kering airmata menangisi engkau

    selamat pagi indonesia
    semoga kau bahagia

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Hendak

    rasakan dengan mata hatimu

    inikah yang terangan dalam benakmu
    kedalaman palung inginmu

    di mana segala ucap tak sampai

    begitukah inginmu menyelam dalam
    tak usai-usai

    menerjemah kehendak

    sorot mata menghamburkan segala
    impian yang menyerpih

    ah, bagaimana kau dapat bahagia?

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Langkah

    ku sapa engkau, ku sapa dengan segala ingatan, sebentang jalan, di
    mana kita telah datang, ke mana kita akan pulang,

    menghitung usia berhamburan, mengukur langkah terseok, ah akankah
    sampai kita pada perhentian sesungguhnya

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Aku Takut
    buat: ompie heri

    aku takut sajak-sajak
    membutakan kesadaran
    menyamarkan persoalan,
    seakan tak terjadi apa-apa

    o, aku pecinta yang kesepian
    menawarkan kata-kata, sebagai embun
    tapi api tetap berkobar,
    tapi kebencian tetap menyala!

    o allah, inikah negeri api?

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Tak Perlu tak perlu kau tuliskan namamu. ini tembok putih saja. tak terlalu putih sepertinya. karena mengelupas catnya dan menguning coklat hitam kena tempias hujan dan tempelan debu. tak perlu kau tulis namamu di situ. walau kau mungkin rindu diriku. atau kau ingin memaki. seperti ketika kau demikian kesal. Kepada penguasa bengal. tak perlu kau…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Serahasia Danau

    demikianlah, aku memandangmu, sebagai danau yang diam, begitu biru
    rahasia apa hendak kau simpan, dalam

    matamu tak isyaratkan apa,

    tapi kau tahu, air tenang
    menenggelamkan

    aku ke dalam
    tanya

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Aku Bergelayut Di Tali Aku bergelayut di tali, semoga tak goyah, melemah jemari Kukuh memegang cinta kasihmu, kekasih Aku bergelayut di tali, jangan sampai terpelanting Terbanting ke jurang-jurang nganga Aku bergelayut di tali, memanjat hingga sampai Di hadapmu, kekasih yang tak henti dicari, hingga capai Hingga gapai [...]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Dongeng Burung sayapku patah, katamu, seperti mengulang kata-kata itu, serupa gibran? tapi sepertinya aku bukan gibran dan kau bukan ziadeh yang saling merindu, hingga waktu memisahkan, dengan pedangnya yang tajam jika sayapmu patah, pastilah kau burung yang terbang tak henti, atau karena pemburu memanah hingga luka, atau rahwana membantingmu,…[Read more]

  • Load More