• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    LEKAS CATAT NAMAKU
    : ibnu hs

    “lekas catat namaku, sebelum ombak menghapusnya, karena cemburu”

    di pasar yang basah di fajar yang rekah kau tulis nama
    sebelum ombak menghapusnya, karena cemburu

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Rumah Pasir : hasan aspahani dan ibnu hs tapi ia membangun rumah menulis namanya di tubuhku, kata pasir tapi aku cemburu, kata ombak ya ya aku juga benci dia, kata angin badai ikut menyela lalu dirobohkannya rumah pasir dengan deru anginnya di atas pasir dicoretkan kembali namamu di atas pantai dibangun kembali istana pasir mimpimu walau…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Sebagai Kanvas
    : cecil mariani

    sebagai kanvas yang merindu lukisan kuas dari jejemari masalalu
    menggambar rona merah pipi atau sebagai cinta yang terselip di bait-
    bait puisi ingatan tak pudar ingatan tak pudar bayang hingga…

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    Mengapa Sunyi Juga : randu anastasia mengapa sunyi juga yang kutemukan di mata seperti lorong-lorong dalam mimpi penuh keghaiban riwayat mungkin sebentuk cinta atau rindu yang hilang alamat di jejak kenangan yang lamat di mana kau gurat nama di dalam dadamu atau di dalam waktu atau di pasir-pasir yang digoda ombak dengan deburnya yang tak…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    TENGGAT : cecil mariani aku lihat engkau di tenggat waktu menumpuk segala kesibukan di batas waktu mengejar segala entah mimpi o, bayang-bayang yang melukis kaca jendela penanggalan yang tak berhenti berhamburan ke dalam dada ruang kosong mungkin selintas bayang selalu terbang dari asap rokok sebuah harap, atau mungkin kenangan dari masa lalu…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 6 months ago

    KEGHAIBAN PUISI MENGHANTARKANKU keghaiban puisi menghantarkanku ke dalam mimpi-mimpi di mana golok-golok teracung terhunus menyilang di depan dada mengancam dengan seribu curiga o inikah negeri dimana kekerasan telah menjadi kebiasaan dan hukum takluk pada keberingasan hingga kewarasan disulap menjadi keedanan keghaiban puisi menghantarkanku ke…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 7 months ago

    SEPERTI KEKOSONGAN seperti kekosongan di kartu kartu nasib balak kosong katamu membuat iringiringan kematian di jejalalur waktu kartukartu dideretkan seperti kereta yang menunggu perhentiannya sendiri di stasiun engkau menunggu entah melambai dengan tangis yang tersimpan diam diam menghitung jarak dan peluit yang diberangkatkan lewat kartukartu…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 7 months ago

    KASIDAH PERNIKAHAN ada yang meneguhkan syahadah di jalan kehidupan menggenapkan hitungan dari separuh ruh yang pernah menyaksi di saat entah di tempat entah hingga bersetubuhlah jiwa cahaya pada muara lautan cahaya berlinanglah airmata cahaya berlinanglah hingga menerang terang cahaya menerangi semesta dalam dadamu yang berseru memanggil manggil…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 7 months ago

    Narasi Untuk Orang Sakit buat: hudan hidayat terbanglah terbang segala mambang segala peri melintasi rembang petang mengajakmu menari dalam perih nyeri kata menelusur ke gelap pengap mimpi malam hari karena gelisahmu adalah hantu imaji yang memburu hingga ambang hingga melintas di tapal batas diri alam racau mabuk memekikkan rasa bosan dengan…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    esai Nanang Suryadi Ketika Tiga Anak Wayang Berpuisi Pada Oktober 2002, Forum Kesenian Banten menerbitkan sebuah antologi puisi berjudul Dunia Wayang . Antologi ini memuat 36 puisi karya tiga penyair Banten: Asep GP, Ibnu PS Megananda, dan Ruby Ach. Baedhawy. Antologi ini diberi kata sambutan di halaman pembuka oleh Drs. Didi Supriadi,…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Menderaslah! menderaslah menderas impian sebagai kenangan di sungai-sungai rinduku di laut gelombang hempas-hempas lelayar mengarah tuju hingga lunas segala pinta segala ujar ke dalam arung tak berbatas tepi. inilah derita yang ditawarkan lewati ambang hidup mati di sekarat maut sebagai gelisah mencari dan menemu. wajahmu! wajahmu!…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    KETIKA KAU SAKITI LAGI HATI KAMI Ketika para penggarong uang negara yang telah menghabiskan pundi-pundi lumbung anak negeri kau ampuni. Maka engkau telah menyakiti hati kami untuk kesekian kali. Tapi kau tak pernah menyadari. Kau sakiti lagi. Dan lagi. Dan lagi. “Kalian aku ampuni. Diucapkan terima kasih atas kesadaran untuk membayar hutang ke…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Kekasih! (1) Kekasih, tiba-tiba aku merasa hidupku sia-sia, sebagai pecundang yang lari dari medan perang, sembunyi dalam dengkur mimpi, berlari dari kemestian yang harus dihadapi (2) Kekasih, apa yang kucari di dunia ini? Karena engkaulah segala mula engkaulah segala tuju. Tapi aku terpelanting dalam goda dan rayu. Seperti moyangku dahulu! …[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Puisi Mencakar Wajahmu Dengan Kuku Jemarinya Yang Lentik puisi yang diam-diam ingin kau tulis mencakar wajahmu. dengan kukunya yang tajam. dan kau menulisnya sebagai kepedihan. inilah puisi, katamu, sambil membayangkan kuku di jemarinya yang lentik. dan menyisakan perih di wajahmu. puisi yang kau kira sebagai kucing manis. berbulu lembut…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Kapak Merah Puisi Berdarah diacung kapak digedor-gedor pintumu belah-belah kepalamu berdarahlah puisi berdarahlah dalam alir nadi tubuhku kata-kata dalam sumsum otakku “habisi saja masa lalu juga segala yang bernama dosa” lihatlah tari itu dalam genang, o, sang pemberontak, dalam tikam dalam dendam dalam kelam dalam geram “mampuslah!…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Sepanjang Jalan Indonesia “sepanjang jalan indonesia, buku-buku terbakar, wartawan terbunuh, tentara terbunuh, mahasiswa terbunuh, orang-orang terbunuh, sia-sia” sia-sia? tak kau tahu siapa yang menurunkan siapa, siapa menaikan siapa. jangan macam-macam bicara. kambing hitam kau namanya. “sepanjang jalan indonesia, sepanjang sejarah hitam,…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Negeri Api

    O, Allah, inikah negeri itu?

    Hangus wajahku
    Hangus tubuhku
    Hangus hati nuraniku

    O, Allah, inikah negeri itu?
    Api menjela panas begitu
    Kutuk apa sampai di sini

    Tak henti mengapi
    Tak henti mengapi
    Tak henti mengapi

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Ingin Kutulis Untukmu Ingin kutulis sajak untukmu. Mungkin ucap rindu. Tapi kekasihku, tak kutemukan kata itu. Kucari ia dalam buku-buku. Tak juga ketemu. Kurobek buku-buku. Kulempar semauku. Beri aku kata! Tak ada yang memberi kata itu. Tak ada yang memberi tahu di mana kata itu. Aku menjadi marah. Kuhancurkan rumah-rumah. Kuhancurkan segala…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Siapa Sampai Pada Ucap siapa menolak siapa siapa menerima siapa siapa mengaku siapa siapa mengiya siapa ah mengapa diterima segala bukan engkau ah mengapa ditolak engkau sesungguhnya gemetar tursina gemetar golgota gemetar hira kau maha rahasia kau maha rahasia siapa mengeja siapa siapa menafsir siapa siapa membaca siapa siapa merahasia…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Selamat Pagi Indonesia

    selamat pagi indonesia
    tak ada lagi airmata buatmu hari ini

    telah kering airmata menangisi engkau

    selamat pagi indonesia
    semoga kau bahagia

  • Load More