• Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Dongeng Burung sayapku patah, katamu, seperti mengulang kata-kata itu, serupa gibran? tapi sepertinya aku bukan gibran dan kau bukan ziadeh yang saling merindu, hingga waktu memisahkan, dengan pedangnya yang tajam jika sayapmu patah, pastilah kau burung yang terbang tak henti, atau karena pemburu memanah hingga luka, atau rahwana membantingmu,…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Ada Apa Dengan Dunia Ini? mungkin membuatmu gamang. tak memiliki pijakan. kau merasa dikutukserapahi eros, berjalan tersaruk, pintu menutup. kau merasa dikutuk, seperti sishipus menggelindingkan batu, tak henti. karena kau lelah, kau ingin menjadi penghuni gua, tidur panjang, serupa alkahfi? mungkin aku demikian konyol. mengajakmu kembali ke…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Cakram Matahari Mengingat: Sutan Iwan Soekri Munaf aku berputar sebagai cakram berputar sebagai waktu berputar detik menit jam hari minggu bulan tahun windu abad jaman terbit di pagi tenggelam di senja rindu menggoda goda dalam kata frasa kalimat baris bait alinea wacana bab kisah kisah tua sebagai ephos pada tangan homeros diputar ingatan…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    Gelombang Pasang rinduku menderu sebagai gelombang bergulung gulung ke pantaimu dengan gairah yang tak habis habis membandang bandang membanjir banjir membuncahruah tak henti henti mencium melumat karang dengan cinta cintaku detik harus berhenti saat ini juga aku rindu pantai aku rindu memeluk aku rindu pasir pasir aku rindu tubuhmu aku rindu! [...]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    23:26:54 7/07/2002 Ada yang ingin menerbangkan pikirannya seperti ilalang yang ditiup angin. Pada usia yang berangkat dengan segala sia-sia dan putus asa. Ada engkau yang menjenguk dengan dada berdebar dari balik jendela. Menunggu jam berdenting. Tepat di titik nol. Dia datang dengan selimut kabut. Dan cucuran embun dari matanya demikian…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    23:34:37 7/07/2002

    Malam menebarkan bunga. Menyalakan lilin. Mengasapkan dupa.
    Sebisik rindu yang diucap: ingin dikekalkan segala. Dalam kata.

    Walau kau tahu segala fana. Segala fana. Bahkan…

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    10:46:35 7/08/2002 : sihar ramses“ucok” simatupang Kau ingat saat kau lambaikan tanganmu. Di hujan yang menyimpan resah. Sebagai geletar tak terucap. Membasah pelupuk mataku. Tapi masih coba kusampai senyum. Untukmu. Dari beranda. Untukmu. Yang melambai. Di rinai hujan. Membasah rambutmu. Masih kau ingat? Sebaris kenangan. Mungkin demikian…[Read more]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    11:14:26 7/08/2002 mengingat: laila dan saman Kularungkan saja bayangan. Tak ada engkau sampai di sini. New York yang sedih. September. Tak kutulis lagi baris-baris mengingatmu: Danau di tengah taman. Sepasang angsa. Kasmaran. Di negeri utara. Seorang menanti. Tapi kau tak datang. Di taman ini. Karena… [...]

  • Nanang Suryadi wrote a new blog post: 14 years, 8 months ago

    11:37:56 7/08/2002 Akulah puisi. Kudatangi Paz di malamnya yang ringkih. Kumabukkan ia dengan kata. Hingga dadanya ingin meledak. Saat kuucap selamat malam di pagi yang sebentar kan tumbuh. Ditulisnya aku dengan bahagia: kata, frasa, kalimat, alinea. Bahkan katanya, aku mesti ada, jika ia tak lahir ke dunia. Akulah puisi. Di matanya kuberi…[Read more]

  • Cerpen: Nanang Suryadi Hujan Sore Hari Hujan yang turun sore hari, selalu mengingatkan aku padamu. Kau ingat tiktiknya bersama desau angin, demikian gaib, menghantarkan kita ke batas hari demikian cepat. Ah, aku tahu engkau kan segera mengatakan bahwa aku sangat tergila-gila kepada selarik puisi patah hati yang ditulis si mata merah itu: gerimis…[Read more]